Saham vs Reksa Dana Saham

Saham vs Reksa Dana Saham

Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah saham. Saham merupakan surat berharga bukti kepemilikan seseorang pada suatu badan atau instansi perusahaan. Dengan membeli saham, dapat dikatakan bahwa kita memiliki presentase hak milik atas perusahaan tersebut. Saham umumnya diperjualbelikan di pasar modal atau bursa saham.

Lalu, apa itu reksa dana saham? Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 47 Tahun 2015 Pasal 1, reksa dana saham adalah reksa dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Dengan kata lain, mayoritas dana yang terhimpun di dalamnya akan diinvestasikan ke dalam bentuk saham-saham pada beberapa perusahaan. Kemudian, apakah perbedaan antara saham dan reksa dana saham? Berikut empat poin untuk Anda perhatikan.

Tingkat Risiko

Macro shot of financial concept

Ketika kita berinvestasi pada saham dengan modal yang tidak begitu besar, maka kita hanya dapat membeli saham dengan jumlah perusahaan yang tidak terlalu banyak. Misalnya, dengan modal yang kita punya, maka kita memutuskan untuk membeli saham A di sektor keuangan dan saham B di sektor pertambangan. Ketika kondisi pasar sedang tidak mendukung, misalnya terjadi ketidakseimbangan di sektor keuangan dan pertambangan, maka menyebabkan saham yang kita punya akan turun nilainya. Hal ini menimbulkan risiko terhadap investasi yang kita lakukan.

Lain halnya dengan reksa dana saham. Reksa dana saham dikelola oleh Manajer Investasi yang tunduk pada aturan OJK dan memiliki portofolio saham yaitu kumpulan saham-saham dari berbagai perusahaan dan berbagai sektor. Suatu reksa dana saham biasanya memiliki portofolio yang terdiri dari 6-10 perusahaan dari berbagai sektor. Hal ini menyebabkan ketika ada ketidakseimbangan pada satu atau dua sektor, maka ada sektor lain yang tetap stabil sehingga menurunkan risiko investasi kita.

Waktu

Jika kita memilih untuk berinvestasi pada saham, maka kita seharusnya mengalokasikan waktu yang kita punya untuk memperhatikan pergerakan saham. Kita perlu melakukan analisa, mengetahui update terkini tentang situasi ekonomi, kondisi perusahaan yang akan kita beli sahamnya, bahkan kita perlu mengetahui prospek sektor industri perusahaan tersebut di masa depan. Hal ini membutuhkan waktu dan tenaga untuk kita memiliki pengetahuan tersebut. Mungkin akan terkesan sulit untuk kita yang tidak bekerja di dunia investasi.

Namun, hal ini akan berbeda ketika kita memutuskan untuk berinvestasi pada reksa dana saham. Reksa dana saham yang dikelola oleh Manajer Investasi memiliki tenaga professional yang memiliki izin OJK untuk dapat melakukan transaksi dan memantau pergerakan pasar setiap harinya. Hal ini dilakukan oleh wakil manajer investasi yang diharapkan dapat memaksimalkan potensi return yang ada. Bagi seorang investor yang tidak memiliki banyak waktu untuk memantau pergerakan pasar, adanya reksa dana saham sangat membantu.

Pajak

Dengan memiliki saham, kita akan dikenakan pajak dari nilai penjualan saham. Sedangkan pada reksa dana, ketika Anda berinvestasi pada reksadana, Anda tidak akan dikenakan pajak. Akan tetapi, pajak akan dikenakan langsung ke produk reksa dana yang akan tercermin pada nilai aktiva bersih (NAB) setiap harinya.

Biaya

Dengan berinvestasi saham, Anda tidak perlu membayar biaya untuk manajemen karena Anda mengelola saham itu sendiri. Anda hanya dikenakan biaya transaksi atau broker fee atas transaksi yang Anda lakukan. Biaya transaksi pun tidak besar hanya kurang dari 0,3%.

Jika Anda berinvestasi di reksa dana saham, Anda akan dikenakan biaya untuk aktivitas jual atau beli yang Anda lakukan. Selain itu, karena reksa dana dikelola oleh Manajer Investasi, kita juga akan dikenakan biaya manajemen. Besaran setiap biaya bisa berbeda tergantung jenis reksa dana dan kebijakan Manajer Investasinya. Namun, semua biaya itu sudah tercermin dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB) harian. NAB atau return harian yang Anda terima dapat langsung Anda miliki tanpa dikurangi biaya apapun lagi.

Sebelum kita memilih dan menentukan jenis investasi, kita dapat mempelajari setiap kelebihan dan kekurangan produk investasi, dalam hal ini untuk saham atau reksa dana saham. Pastikan kita juga menyesuaikan setiap produk investasi yang kita pilih dengan kondisi kita saat ini dan tujuan kita untuk beberapa tahun ke depan. Dengan begitu, kita akan memperoleh ketenangan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik.

Tags: